Kemendesa Luncurkan 12 Rencana Aksi Tahun 2025: Desa Maju, Mandiri, dan Modern


Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) menetapkan 12 rencana aksi strategis tahun 2025 untuk mempercepat kemajuan desa di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan desa yang mandiri, berdaya, dan sejahtera, dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

Menteri Desa PDTT menyampaikan bahwa 12 rencana aksi ini bukan sekadar daftar program, tetapi gerakan nyata agar setiap desa bisa berdiri di atas kaki sendiri. “Kita ingin desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan hanya penerima bantuan,” ujarnya dalam keterangan resmi.


Salah satu program unggulan adalah Revitalisasi BUMDes, yang bertujuan menghidupkan kembali usaha milik desa agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, Desa Swasembada Pangan dan Desa Swasembada Energi-Air menjadi fokus untuk mendorong kemandirian pangan serta energi berbasis potensi lokal seperti tenaga surya dan mikrohidro.

Tak kalah menarik, Kemendesa juga menargetkan terbentuknya Desa Ekspor dan Desa Digital, di mana produk unggulan desa akan dikembangkan hingga mampu menembus pasar global. Melalui digitalisasi, desa diharapkan lebih mudah memasarkan hasil produk, mengelola administrasi, hingga mempromosikan potensi wisata desa secara daring.

Peran anak muda juga mendapat perhatian serius. Melalui program Pemuda Pelopor Desa, generasi muda diajak menjadi agen perubahan dalam inovasi usaha, teknologi, dan pembangunan sosial.

Selain itu, Kemendesa berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan, memperluas investasi dan kerja sama dengan pihak swasta, serta membangun Desa Berketahanan Iklim yang siap menghadapi bencana dan perubahan cuaca ekstrem.

Rencana aksi ini juga menyentuh percepatan pembangunan di daerah tertinggal, memastikan infrastruktur, layanan dasar, dan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil bisa sejajar dengan daerah maju lainnya.

Seluruh program tersebut disusun agar mudah dijalankan oleh pemerintah desa dan masyarakat. Intinya, pembangunan desa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama seluruh warga.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Kemendesa berharap tahun 2025 menjadi tonggak kebangkitan desa-desa di Indonesia — dari desa tumbuh ekonomi, dari desa lahir kemandirian, dan dari desa terwujud Indonesia yang lebih sejahtera.